sxpriyan’s blog

Blog tentang apa saja

Utang Bertambah Rp 10 Triliun

Jumat, 5 Juni 2009 | 8:31 WIB | Posts by: Judi Prasetyo | Kategori: Ekonomi & Bisnis | ShareThis

JAKARTA – SURYA-Pemerintah Indonesia kembali menambah portofolio pinjaman luar negeri. Kali ini Dewan Direktur Asian Development Bank (ADB) menyetujui pinjaman sebesar 1 miliar dolar AS (sekitar Rp 10 triliun) guna membiayai belanja anggaran yang dibutuhkan untuk program pengurangan kemiskinan, jaminan sosial dan pemeliharaan infrastruktur di tengah dampak krisis ekonomi global.

Direktur untuk Financial Sector, Public Management and Trade Division ADB wilayah Asia Tenggara, Jaseem Ahmed mengatakan, pinjaman ini merupakan salah satu pinjaman tunggal terbesar yang pernah diberikan untuk Indonesia.

Pinjaman ini diberikan di bawah Program Fasilitas Bantuan Belanja Anggaran Pemerintah Indonesia (Public Expenditure Support Facility Program) yang memungkinkan Indonesia memperkuat jaring pengaman keuangan, meningkatkan penggalangan dana dari pasar komersial dan mempertahankan stabilitas sektor keuangan.

“Krisis keuangan global menyebabkan biaya yang harus dikeluarkan pemerintah untuk mengakses pasar utang internasional dan biaya perdagangan menjadi mahal. Hal ini bisa menghambat belanja pemerintah untuk program pelayanan sosial dan pengurangan kemiskinan,” kata Jaseem, Kamis (4/6).

Dia menambahkan, pinjaman ini akan membuat pemerintah bisa mempertahankan belanja anggaran dan menangani dampak kemiskinan akibat krisis keuangan. Program ini merupakan bagian dari upaya bersama yang dilakukan oleh ADB, pemerintah Australia dan Jepang, serta Bank Dunia, untuk membantu mengatasi krisis keuangan dan agenda pembiayaan anggaran pemerintah.

Dengan tambahan utang baru 1 miliar dolar AS ini, maka total bantuan ADB untuk fasilitas ini ke Indonesia menjadi 5,5 miliar dolar AS. Menurut Jaseem, pemerintah bisa menarik dana dari fasilitas ini untuk memenuhi kekurangan pendanaan anggaran per kuartal hingga akhir 2010. jbp/aco

Kwik Kian Gie, Dampaknya Membenani Rakyat kecil

BESARNYA utang Pemerintah dan bunga yang harus dibayar menjadi beban yang sangat berat untuk keuangan negara. Para penganut paham ekonomi neoliberal mengatakan, berutang tidak masalah untuk pembangunan namun bebannya ke masyarakat luas. Betapa seringnya pemerintah saat ini berutang baik dari pinjaman maupun surat utang negara (SUN).

Kita tak mengikuti lagi bagaimana perkembangan utang Pemerintah RI. Dampak dari jebakan utang sudah lama terasa terutama bagi rakyat kecil. Meski Pemerintah menunjukkan jumlah utang yang lebih katanya terus berkurang namun pos pengeluaran anggaran negara (APBN) untuk membayar cicilan pokok utang dan bunga mengambil porsi terbesar dari APBN. Akibatnya dana yang seharusnya untuk rakyat itu dipakai untuk bayar utang.

Kebutuhan mendasar masyarakat tidak terpenuhi, seperti pendidikan, pelayanan kesehatan, air bersih, listrik, dan sebagainya. Kalau kebutuhan tersebut dipenuhi harganya sangat mahal karena telah dineoliberalisasikan dengan diambil asing. Sistem ekonomi yang bertumpu pada utang sangat merugikan Indonesia. Ini kita harus hentikan karena sangat merugikan anak cucu kita masa mendatang. Beban utang negara mereka akan pikul. (aco)

June 5, 2009 - Posted by | Berita

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: