sxpriyan’s blog

Blog tentang apa saja

Kebutuhan Valas Untuk Lunasi Utang Swasta Rp 208,8 Triliun

JAKARTA – Kebutuhan valuta asing untuk pelunasan utang tahun ini mencapai puncaknya. Bank Indonesia (BI) mencatat, utang swasta yang harus dilunasi (jatuh tempo) tahun ini mencapai USD 17,4 miliar atau sekitar Rp 208,8 triliun. Jumlah itu hampir sepertiga cadangan devisa Indonesia yang USD 53,7 miliar.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Depkeu Anggito Abimanyu mengatakan, meski nilainya cukup besar, jumlah utang yang jatuh tempo itu sebenarnya masih dalam posisi terkendali. Sebab, selain beberapa di antaranya masih bisa diperpanjang, jumlah cadangan devisa Indonesia juga masih cukup. Meski demikian, antisipasi tetap perlu dilakukan.

”Dalam keadaan normal, korporasi yang punya reputasi bisa melakukan perpanjangan. Tapi kalau bank di luar negeri butuh likuiditas, harus dibayar sehingga masuk ke pasar,” kata Anggito Abimanyu di kantornya kemarin (16/3).

Untung, forum negara-negara maju dan berkembang (G-20) dalam pertemuan tingkat menteri di London 14 Maret lalu menyetujui skema pinjaman untuk risiko memperpanjang utang-utang, terutama di sektor swasta (rollover risk). Pembiayaan itu bisa dimanfaatkan oleh korporasi yang tidak bisa menjadwal ulang utangnya karena perbankan yang kesulitan likuiditas. Pembiayaan untuk pelunasan utang korporasi tersebut masuk dalam salah satu isi komunike forum.

Anggito mengatakan, masalah rollover risk itu sudah menjadi keluhan banyak negara. Terutama yang memiliki cadangan devisa terbatas. Karena itu, harus ada cadangan risiko untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas valuta asing. Cadangan devisa saja tak akan mampu mengantisipasi kebutuhan jatuh tempo utang swasta tersebut. Dengan demikian, menurut Anggito, harus ada pertahanan kedua seperti skema pinjaman untuk rollover risk itu.

Anggito mengatakan, saat ini Bank Dunia sudah menawarkan skema pembiayaan untuk risiko itu. Dengan skema mirip DDO (deffered drawdown option/pinjaman siaga), swasta tak perlu masuk ke pasar dalam memenuhi kebutuhan valas untuk melunasi utang. ”Sehingga, cadangan devisa tak perlu tergerus terlalu banyak untuk menyuplai valas ke pasar,” terangnya. Skema itu diharapkan juga disediakan lembaga keuangan multilateral lainnya.

Beberapa butir komunike lainnya adalah prioritas untuk memulihkan penyaluran kredit perbankan dengan melakukan semua tindakan yang dibutuhkan. Langkah lainnya adalah ekspansi fiskal untuk mendukung pertumbuhan dan menambah lapangan kerja serta penurunan suku bunga secara agresif dan pelonggaran kebijakan moneter lainnya.

Sementara itu, pemimpin delegasi Indonesia Menkeu Sri Mulyani Indrawati sepulang dari London mengatakan, kebutuhan stimulus fiskal di seluruh dunia masih akan membesar hingga tahun depan. Pada 2009 dan 2010, dunia membutuhkan total stimulus fiskal hingga 2 persen dari produk domestik bruto (PDB) tiap tahunnya. Kebutuhan tersebut terancam tak terpenuhi pendanaannya jika tidak ada akses yang cukup dari masing-masing negara terhadap modal global. ”Nilai ukuran counter-cyclial (melawan perlambatan ekonomi) minimal 2 persen supaya ekonomi dunia tidak memburuk lebih dalam. Itu harus dilakukan dua tahun berturut-turut,” ujar Sri Mulyani di kantornya kemarin (16/3).

Menkeu menjelaskan, dengan kebutuhan stimulus sebesar itu, semua negara akan berebut modal sehingga low income country akan kalah dalam perebutan tersebut. Apalagi jumlah modal yang mengalir ke negara berkembang berkurang drastis. Arus modal ke negara pasar sedang berkembang akan turun dari semula USD 700 miliar menjadi USD 160-170 miliar.

Sri Mulyani menambahkan, tambahan stimulus fiskal untuk negara dengan APBN masih sehat, tidak akan menjadi masalah. Tapi, jika defisitnya sudah terlalu besar, sustainabilitas fiskalnya bisa terancam. ”Sehingga semua sepakat harus ada niat untuk segera melakukan fiskal disiplin apabila pulih kembali,” kata Menkeu. Stimulus fiskal 2009 untuk Indonesia saat ini mencapai Rp 73,3 triliun atau 1,4 persen PDB.

Untuk Indonesia, menurut Menkeu, besaran stimulus fiskal disesuaikan juga dengan situasi politik terkini. Tambahan stimulus fiskal akan didiskusikan pada perubahan APBN. Meski masih dibahas dengan DPR lama, anggota DPR baru sudah terpilih. Selain itu, juga ada persiapan pemilihan presiden. ”Memang tergantung urgensi nasional. Apakah memungkinkan? Kita akan lihat pada kuartal kedua nanti,” ujarnya. (sof/kim)

March 17, 2009 - Posted by | Berita

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: