sxpriyan’s blog

Blog tentang apa saja

Cadangan Devisa Ideal Indonesia US$100 Miliar

Minggu, 21 Desember 2008 17:00 WIB
Penulis : Asep Toha
JAKARTA–MI: Cadangan devisa sebesar US$50 miliar membuat Bank Indonesia hanya memiliki kemampuan kecil dalam intervensi moneter. Cadangan devisa Indonesia idealnya US$100 miliar.

Hal itu dikatakan pengamat ekonomi sekaligus anggota Komisi XI DPR Dradjat Wibowo, akhir pekan ini.

Menurutnya, jika melihat kasus yang terjadi di Rusia, dengan cadangan devisa yang besarpun meeka harus susah payah menstabilkan mata uangnya. Apalagi, jika Indonesia menginginkan menjadi negara yang mengarusutamakan ekspor.

“Saya pikir negara sebesar kita perlu memperkuat cadangan devisa. Lihat negara China, Korea, Jepang, dan juga negara tetangga sadangannya sangat besar. Ingat bagaimana Rusia harus mengeluarkan banyak devisanya guna menjaga nilai Rubel,” jelas Dradjat saat ditemui.

Oleh karena itu, ia menyambut baik langkah bank Indonesia (BI) menggalang cadangan devisa melalui skema bilateral swap arrangement dengan China, Jepang dan Korea senilai US$12 miliar.

Selain itu, BI juga sedang melakukan pembicaraan dengan pemerintah AS guna mendapatkan fasilitas swap.

Terkait adanya tawaran pinjaman dari Dana Moneter Internasional (IMF), Dradjat mengatakan bisa saja diterima. Namun, pinjaman itu jangan lagi dibarengi persyaratan yang membebani.

Pasalnya, Indonesia harus memperkuat cadangan devisanya. Apalagi di saat krisis keuangan yang membuat likuiditas mengering.

“Jika memang IMF menawarkan boleh saja diterima dengan persyaratan ringan tentunya. Soalnya, kalau menurut saya, cadangan devisa ideal Indonesia minimal sebesar US$100 miliar,” ujarnya.

Dradjat mengingatkan, dengan cadangan US$60 miliar yang sempat dibanggakan pemerintah dan BI, dalam waktu singkat kembali anjlok hingga US$50 miliar. Artinya, struktur moneter Indonesia yang kental diwarnai aliran dana liar (hot money), sangat rentan pelemahan nilai tukar. Sehingga, BI dan pemerintah perlu memperkuat cadangan devisa.

Penguatan cadangan devisa, menurut Dradjat idealnya diperoleh dari pelaksanaan ekspor. Dengan menggenjot ekspor cadangan devisa akan bertambah. Namun, dengan kondisi ekonomi yang melambat akan sulit memperoleh devisa yang besar dari ekspor, alternatif pinjaman luar negeri yang bisa sewaktu-waktu dicairkan perlu dirintis.

Sebelumnya, Gubernur BI Boediono mengatakan dalam bulan ini akan ada tambahan devisa sebagai pencairan pinjaman. Tambahan devisa ini mencapai US$2,2 miliar yang berasal dari Bank Dunia.

Ia mengatakan, dana itu memang ditujukan untuk pembiayaan program, namun devisanya sendiri bisa dipakai untuk memenuhi kewajiban seperti pembayaran utang. Pasalnya, program yang dilaksanakan lebih memerlukan dana rupiah.

Selain itu, Boediono optimistis cadangan devisa akan kembali bertambah di 2009.
Meski ekspor melambat, tambahan devisa bisa diperoleh dari dana asing sebagai dana investasi. Namun, masuknya dana ini dengan syarat pemilu berjalan lancar. Hal ini juga terjadi pada Pemilu 2004.

“Kalau tahun 2004 kita ingat, begitu pemilu dianggap berjalan dengan baik apalagi hasilnya sudah pasti, itu kemdian diikuti dana masuk ke dalam negeri. Itu banyak. Seingat saya mulai dari Semester II atau kwartal III dan IV itu mulai masuk. Moga-moga saja itu masuk lagi,” jelasnya.

Berdasarkan data BI, hingga awal November 2008 posisi cadangan devisa tinggal menyisakan US$50,18 miliar. Jumlah ini dicapai setelah terjadi penarikan dana oleh investor (flight to quality) karena kebutuhan di dalam negerinya.

Namun, BI menilai puncak penarikan dana tersebut telah terlewati karena beberapa pintu mulai memperlihatkan adanya dana masuk seperti di SBI dan SUN. (Toh/OL-01)

December 24, 2008 - Posted by | Berita

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: