sxpriyan’s blog

Blog tentang apa saja

Jalani Visum di RSCM, Dokter Sebut Luka Manohara Serius

[ Rabu, 10 Juni 2009 ]

JAKARTA – Manohara Odelia Pinot akhirnya benar-benar menggugat suaminya, yang juga putra Kesultanan Kelantan, Tengku Muhammad Fakhry Petra. Kuasa hukumnya menyiapkan 11 pasal untuk menjerat Fakhry atas dugaan tindak penganiayaan dan penculikan.

Sekitar pukul 09.55 kemarin (9/6), Manohara datang ke Bareskrim Mabes Polri untuk melaporkan Fakhry secara resmi. Dengan menumpang mobil Toyota Alphard Vellfire hitam bernopol B 1 UUL, Manohara didampingi ibunya, Daisy Fajarina, dan empat kuasa hukumnya. Mereka adalah Hotman Paris Hutapea, Warsito Sanyoto, Luri Alex, dan Farhat Abbas.

Perempuan yang akrab dipanggil Mano itu tidak hanya melaporkan Fakhry. Dia juga melaporkan tujuh orang lain yang dianggap terlibat dugaan penculikan dan penganiayaan. Mereka adalah Kapten Zakaria Saleh, Ichsan, M. Soberi bin Shafi, Azahari Bin Hasyim (ketiganya ajudan Fakhry), Matera Binti AB Ghani (istri Azahari Bin Hasyim), Sultan Ismail Petra (sultan Kelantan), dan Tengku Anis (permaisuri Kesultanan Kelantan).

Hotman mengatakan, Zakaria Saleh terlibat karena dia adalah pilot yang mengambil Manohara secara paksa di Jeddah, Arab Saudi, pada 9 Maret lalu, seusai menunaikan umrah. Sedangkan Azahari dan Matera ikut memukul dan memegangi Manohara saat membawanya ke pesawat. Yang lain berperan dalam dugaan merampas hak kemerdekaan orang lain yang diatur pasal 333 KUHP.

Menurut Hotman, pihaknya mengajukan 11 pasal untuk menjerat Fakhry. Antara lain, pasal 25 KUHP (pemerkosaan), pasal 351 (penganiayaan), pasal 333 (penyekapan), dan undang-undang tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). ”Dia bisa dikenai 70 tahun penjara,” kata Hotman. Read more »

June 10, 2009 Posted by sxpriyan | Berita | | No Comments Yet

Uji Coba, Lewat Jembatan Suramadu Gratis

[ Rabu, 10 Juni 2009 ]

SURABAYA – Hari ini pukul 10.00, Jembatan Suramadu diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Setelah diresmikan, jembatan sepanjang 5,4 kilometer itu bisa dilalui pengendara tanpa dipungut biaya alias gratis.

Namun, penggratisan itu hanya berlaku pada masa uji coba. “Uji coba bisa dilakukan satu atau dua minggu, bahkan hingga satu bulan,” kata Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto kepada wartawan kemarin (9/6).

Selama masa uji coba, tingkat kenyamanan pengguna jalan, tingkat kerataan permukaan jembatan, dan fungsi rambu-rambu lalu lintas dievaluasi.

Djoko memastikan, selama uji coba, pengguna Suramadu tidak dipungut tarif alias gratis. Meski demikian, untuk menjaga ketertiban, para penyeberang Suramadu tetap diberi karcis di pintu tol. Karcis itu diberikan secara gratis.

Sebelumnya, Djoko berjanji mengumumkan besaran tarif tol Suramadu kemarin. Tapi, kemarin diputuskan untuk menunda pengumuman tersebut karena belum dilakukan uji coba kelayakan jembatan yang difungsikan sebagai jalan tol. Kata Djoko, uji coba merupakan proses finalisasi, jika tarif yang dikenakan memenuhi kajian berbagai aspek.

Menurut Djoko, penetapan tarif sudah dibicarakan dengan jajaran terkait. Di antaranya Departemen Perhubungan dan Jasa Marga selaku operator tol Suramadu selama 18 bulan pertama. Namun, penundaan itu mempertimbangkan kelangsungan hidup penyeberangan feri dari Ujung menuju Kamal. “Kami masih mengkaji kemungkinan pemindahan trayek feri ke daerah lain,” tutur Djoko kemarin. Read more »

June 10, 2009 Posted by sxpriyan | Berita | | No Comments Yet

Prita Mulyasari setelah Seminggu Berkumpul Keluarga Tak Percaya Mitos, Tak Mau Bakar Baju Lapas

Rabu, 10 Juni 2009 ]

Sepekan terakhir rumah Prita Mulyasari semarak lagi. Dia kembali bisa menemani anak-anaknya bermain. Bagaimana suasana hubungan ibu-anak tersebut setelah tiga pekan terpisah?

AGUNG PUTU ISKANDAR, Jakarta

SIANG itu, sebuah mobil Honda Jazz biru muda diparkir di sebuah rumah tipe 36, Jalan Kucica III, Bintaro Sektor IX, Tangerang. Rumah bercat putih tersebut terasa minimalis dengan pagar yang tak terlalu tinggi. Hanya ada dua kamar di rumah itu. Ruang tamu pun merangkap sebagai ruang keluarga dengan televisi 21 inci di salah satu dindingnya.

”Ini saja masih ngontrak, Mas,” kata Prita Mulyasari saat ditemui Jawa Pos di rumahnya. Keluarga tersebut full team siang itu. Mereka adalah Andri Nugroho, sang suami, dan dua anaknya, Khairan Ananta Nugroho yang berusia 3 tahun dan Rana Ria Puandita Nugroho, 15 bulan.

Kembali berada di rumah setelah tiga minggu mendekam di Lapas Wanita Tangerang membuat Prita benar-benar tak ingin lagi berpisah dari dua anaknya. Apalagi, selama tiga pekan itu, perkembangan Ananta dan Rana cukup pesat. Saat pertama bertemu Prita, dua anaknya itu bahkan nyaris tak mengenali wanita bermata mungil tersebut.

Ketika itu, Prita baru saja keluar dari lapas. Dia dijemput beberapa kerabatnya. Mereka yang kebanyakan wanita itu sama-sama mengenakan jilbab. Rabu lalu (3/6), Ananta dan Rana diberi tahu bahwa ibu mereka akan pulang dari rumah sakit. Dua buah hati pasangan yang menikah pada 2005 itu sebelumnya memang ”dibohongi” bahwa ibu mereka tak pernah pulang lantaran harus menginap di rumah sakit. Read more »

June 10, 2009 Posted by sxpriyan | Berita | | No Comments Yet

Utang Bertambah Rp 10 Triliun

Jumat, 5 Juni 2009 | 8:31 WIB | Posts by: Judi Prasetyo | Kategori: Ekonomi & Bisnis | ShareThis

JAKARTA – SURYA-Pemerintah Indonesia kembali menambah portofolio pinjaman luar negeri. Kali ini Dewan Direktur Asian Development Bank (ADB) menyetujui pinjaman sebesar 1 miliar dolar AS (sekitar Rp 10 triliun) guna membiayai belanja anggaran yang dibutuhkan untuk program pengurangan kemiskinan, jaminan sosial dan pemeliharaan infrastruktur di tengah dampak krisis ekonomi global.

Direktur untuk Financial Sector, Public Management and Trade Division ADB wilayah Asia Tenggara, Jaseem Ahmed mengatakan, pinjaman ini merupakan salah satu pinjaman tunggal terbesar yang pernah diberikan untuk Indonesia.

Pinjaman ini diberikan di bawah Program Fasilitas Bantuan Belanja Anggaran Pemerintah Indonesia (Public Expenditure Support Facility Program) yang memungkinkan Indonesia memperkuat jaring pengaman keuangan, meningkatkan penggalangan dana dari pasar komersial dan mempertahankan stabilitas sektor keuangan.

“Krisis keuangan global menyebabkan biaya yang harus dikeluarkan pemerintah untuk mengakses pasar utang internasional dan biaya perdagangan menjadi mahal. Hal ini bisa menghambat belanja pemerintah untuk program pelayanan sosial dan pengurangan kemiskinan,” kata Jaseem, Kamis (4/6).

Dia menambahkan, pinjaman ini akan membuat pemerintah bisa mempertahankan belanja anggaran dan menangani dampak kemiskinan akibat krisis keuangan. Program ini merupakan bagian dari upaya bersama yang dilakukan oleh ADB, pemerintah Australia dan Jepang, serta Bank Dunia, untuk membantu mengatasi krisis keuangan dan agenda pembiayaan anggaran pemerintah.

Dengan tambahan utang baru 1 miliar dolar AS ini, maka total bantuan ADB untuk fasilitas ini ke Indonesia menjadi 5,5 miliar dolar AS. Menurut Jaseem, pemerintah bisa menarik dana dari fasilitas ini untuk memenuhi kekurangan pendanaan anggaran per kuartal hingga akhir 2010. jbp/aco

Kwik Kian Gie, Dampaknya Membenani Rakyat kecil

BESARNYA utang Pemerintah dan bunga yang harus dibayar menjadi beban yang sangat berat untuk keuangan negara. Para penganut paham ekonomi neoliberal mengatakan, berutang tidak masalah untuk pembangunan namun bebannya ke masyarakat luas. Betapa seringnya pemerintah saat ini berutang baik dari pinjaman maupun surat utang negara (SUN).

Kita tak mengikuti lagi bagaimana perkembangan utang Pemerintah RI. Dampak dari jebakan utang sudah lama terasa terutama bagi rakyat kecil. Meski Pemerintah menunjukkan jumlah utang yang lebih katanya terus berkurang namun pos pengeluaran anggaran negara (APBN) untuk membayar cicilan pokok utang dan bunga mengambil porsi terbesar dari APBN. Akibatnya dana yang seharusnya untuk rakyat itu dipakai untuk bayar utang.

Kebutuhan mendasar masyarakat tidak terpenuhi, seperti pendidikan, pelayanan kesehatan, air bersih, listrik, dan sebagainya. Kalau kebutuhan tersebut dipenuhi harganya sangat mahal karena telah dineoliberalisasikan dengan diambil asing. Sistem ekonomi yang bertumpu pada utang sangat merugikan Indonesia. Ini kita harus hentikan karena sangat merugikan anak cucu kita masa mendatang. Beban utang negara mereka akan pikul. (aco)

June 5, 2009 Posted by sxpriyan | Berita | | No Comments Yet

Inilah Curhat yang Membawa Prita ke Penjara

Rabu, 3 Juni 2009 | 11:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Prita Mulyasari, ibu dua anak, mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang, Banten, gara-gara curhatnya melalui surat elektronik yang menyebar di internet mengenai layanan RS Omni Internasional Alam Sutera.

Kisah Prita bermula saat ia dirawat di unit gawat darurat RS Omni Internasional pada 7 Agustus 2008. Selama perawatan, Prita tidak puas dengan layanan yang diberikan. Ketidakpuasan itu dituliskannya dalam sebuah surat elektronik dan menyebar secara berantai dari milis ke milis.

Surat elektronik itu membuat Omni berang. Pihak rumah sakit beranggapan Prita telah mencemarkan nama baik rumah sakit tersebut beserta sejumlah dokter mereka. Seperti apakah surat Prita yang membawanya ke penjara?

Berikut ini adalah surat prita.

RS OMNI DAPATKAN PASIEN DARI HASIL LAB FIKTIF

Prita Mulyasari – suaraPembaca

Jangan sampai kejadian saya ini menimpa ke nyawa manusia lainnya. Terutama anak-anak, lansia, dan bayi. Bila anda berobat berhati-hatilah dengan kemewahan rumah sakit (RS) dan title international karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat, dan suntikan. Read more »

June 3, 2009 Posted by sxpriyan | Berita | | 2 Comments

Manohara Akhirnya Kembali ke Pelukan Ibunya

31/05/2009 18:10

Liputan6.com, Jakarta: Model cantik Manohara Odelia Pinot yang dilaporkan mengalami penyiksaan oleh suaminya Pangeran Kesultanan Kelantan, Malaysia, telah kembali ke Tanah Air, Ahad (31/5). Kepulangan Manohara disambut bahagia keluarganya di Jalan Anggrek Cendrawasih, Slipi, Jakarta Barat. Manohara bisa pulang setelah melarikan diri dari salah satu hotel di Singapura. Ibunda Manohara, Daisy Fajarina, bisa membawa pulang buah hatinya setelah dibantu polisi setempat.

Manohara dinikahi Pangeran Kesultanan Kelantan Malaysia, Tengku Muhammad Fachry. Selama menikah dengan Fachry, dia mengaku kerap menerima perlakuan kasar, seperti yang ditulis di sejumlah media di Tanah Air. Manohara mengaku enggan kembali ke pelukan suaminya dan memilih berpisah. Untuk menyelesaikan urusan rumah tangganya, Manohara telah menyerahkan kasusnya kepada kuasa hukumnya [baca: Daisi Minta Bantuan Polisi dan Perlindungan Hukum].(IAN)

May 31, 2009 Posted by sxpriyan | Berita | | No Comments Yet

Sebut Yusril Pelaku Korupsi Desakan Terdakwa Kasus Sisminbakum

[ Selasa, 26 Mei 2009 ]

JAKARTA – Nama mantan Menteri Kehakiman dan HAM Yusril Ihza Mahendra kembali disebut dalam lanjutan sidang kasus dugaan korupsi biaya akses Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum) Depkum HAM. Dia disebut sebagai pelaku atau pelaku peserta bersama terdakwa mantan Dirjen Administrasi Hukum Umum (AHU) Romli Atmasasmita.

Hal itu terungkap dalam tanggapan jaksa atas eksepsi (keberatan) terdakwa. Jaksa penuntut umum menyatakan, selain Romli, terdapat pelaku atau pelaku peserta yang lain, yaitu Ali Amran Djanah, Yohannes Woworuntu, Hartono Tanoesoedibjo, dan Yusril Ihza Mahendra.

”Artinya, keempat orang selain terdakwa tersebut mempunyai kedudukan yang sama dalam ajaran penyertaan pasal 55 ayat (1) KUHP,” kata JPU Fadil Zumhana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kemarin (25/5).

Jaksa menyatakan, delik dalam perkara tersebut terwujud karena ada perbuatan materiil dari kelima orang itu. ”Apakah kemudian masing-masing orang selain terdakwa tersebut belum menjadi tersangka atau sudah, hal ini persoalan lain yang merupakan domain hukum acara pidana sebagai hukum formal,” urainya. Pernyataan jaksa itu menjawab keberatan Romli yang mempertanyakan status Yusril dan Hartono sebagai saksi.

Dalam tanggapan eksepsi, jaksa juga menolak alasan Romli yang mengaku melaksanakan perintah jabatan dari atasan. Jaksa mengakui pemberlakuan sisminbakum berdasar SK Menkeh HAM Yusril. Namun, tidak serta-merta sisminbakum itu salah. ”Bukan sisminbakum-nya yang salah, tapi penetapan tarif yang melebihi ketentuan dengan dalih biaya akses, sehingga sisminbakum menjadi salah,” jelas Fadil.

Tanggung jawab Yusril, lanjut dia, juga tidak serta-merta menghilangkan tanggung jawab terdakwa selaku Dirjen AHU yang juga sebagai pelaku peserta dalam perkara ini. Jaksa juga menjelaskan, kerugian negara yang ditimbulkan oleh perbuatan terdakwa mencapai Rp 31,5 miliar.

Di tempat terpisah, Kapuspenkum Kejagung Jasman Pandjaitan menuturkan, perubahan status Yusril dan Hartono menunggu perkembangan dalam sidang. ”Sampai saat ini masih sebatas saksi. Kita lihat dulu fakta-fakta dalam sidang,” ujarnya di Kejagung. (fal/iro)

May 26, 2009 Posted by sxpriyan | Berita | | No Comments Yet

Pasangan Suami Istri Rayakan Ultah Perkawinan ke-81

Rabu, 27/05/2009 00:02 WIB

frankAnwar Khumaini – detikNews

London – Ini dia pasangan suami istri terlama di Inggris, dan mungkin di dunia. Pria dan wanita yang usianya sama-sama 101 tahun ini merayakan ulang tahun (ultah) perkawinannya yang ke-81. Wow!

Adalah Frank yang berusia 101 tahun, dan istrinya, Anita bulan depan akan merayakan ultahnya yang ke 101 juga. Pasangan romantis yang tinggal di sebuah rumah perawatan di Plymouth, Inggris, mengaku masih punya sedikit perbedaan. Namun mereka selalu saling mencium dan berpelukan menjelang tidur.

Mereka mengaku tidak memiliki resep rahasia sehingga bisa melangsungkan pernikahan yang sekian lama. “Kita pertama bertemu dalam sebuah acara di St Budeaux pada 1926 dan menikah dua tahu setelah itu,” kata Frank seperti dikutip ananova, Selasa (26/5/2009).

Pasangan ini memiliki dua orang anak serta lima cucu dan tujuh cicit.
Salah satu putra mereka yang berusia 74 tahun yang juga dipanggil Frank mengatakan, rahasia utama orang tua mereka tetap panjang umur dan rukun berumah tangga adalah mereka selalu hidup sederhana dan bahagia.

“Mereka saling menikmati dengan kehidupannya,” kata Frank. (anw/mei)

May 26, 2009 Posted by sxpriyan | Berita | | No Comments Yet

Jembatan Suramadu Dipastikan Resmi Beroperasi 10 Juni 2009

70758large[ Sabtu, 23 Mei 2009 ]

SURABAYA – Kunjungan ke Jawa Timur kemarin dimanfaatkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk melihat progress pembangunan Jembatan Suramadu (Surabaya-Madura). Di depan presiden, pelaksana megaproyek itu berjanji bahwa jembatan tersebut dioperasikan 10 Juni, bulan depan.

SBY datang ke lokasi Suramadu sekitar pukul 10.30. Ikut dalam rombongan tersebut beberapa menteri. Di antaranya, Mensesneg Hatta Rajasa, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menkominfo M. Nuh, dan Juru Bicara Kepresidenan Andi Alfian Mallarangeng.

Rombongan presiden itu disambut Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim, Soekarwo-Saifullah Yusuf. Juga ikut menyambut adalah Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Soewarno dan Kapolda Irjen Pol Anton Bachrul Alam. Dua bupati di Pulau Madura juga hadir. Mereka adalah Fuad Amin (Bangkalan) dan Kholilurrahman (Pamekasan).

Begitu tiba di lokasi Suramadu, SBY langsung naik ke jembatan dan melihat dari dekat para pekerja yang menyelesaikan jalur khusus untuk sepeda motor. Dari tempat itu juga SBY dengan bantuan teropong melihat bangunan jembatan di sisi Madura. “Silakan Pak Pangdam lari mencoba jembatan ini,” ujar SBY, bermaksud bercanda kepada Pangdam yang berada di lokasi tersebut. Read more »

May 23, 2009 Posted by sxpriyan | Berita | | No Comments Yet

Usia 17 Tahun, Riana Helmi Lulus Sarjana Kedokteran UGM

JOGJA – Prestasi akademis Riana Helmi sungguh luar biasa. Mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) itu mengantongi gelar sarjana kedokteran pada usia 17 tahun 11 bulan. Calon dokter yang tidak suka bermain boneka itu sekaligus pemegang gelar sarjana termuda dalam wisuda UGM Selasa lalu (19/5).

Riana meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,67. Masa kuliahnya tiga tahun enam bulan. Perempuan kelahiran Banda Aceh, 22 Maret 1991, itu masuk Fakultas Kedokteran (FK) UGM Jogjakarta melalui PBS (penelusuran bakat swadana) usia 14 tahun pada 1 September 2005. Dia lulus 25 Februari 2009.

Saat acara wisuda di Grha Sabha Pramana, Rektor UGM Prof Sudjarwadi menyebut nama Rinana dan meminta untuk berdiri. Riana merebut perhatian peserta wisuda. Saat berdiri, Riana masih menjadi pembicaraan. Sosok imut berkerudung itu pun maju untuk menerima penghargaan sebagai lulusan termuda.

Bagaimana perasaannya setelah diwisuda? ”Tentu saja senang dan lega. Alhamdulillah,” jawab Riana setelah acara wisuda.

Riana lantas membeberkan pengalaman kuliah pada usia relatif belia. Dia menyatakan tidak menemui banyak kesulitan selama menempuh studi di FK UGM. Tugas-tugas yang cukup berat dikerjakan dengan riang. ”Kesulitan sih ada. Tapi, semua bisa diatasi. Kalau di kedokteran, tugasnya memang banyak,” kata Riana. Saat wisuda, Riana didampingi ayah, ibu, dan seorang adiknya.

Ditanya apakah masih ingin melanjutkan sekolah, Riana mengiyakan. ”Sehabis ini masih ingin terus belajar lagi,” tutur alumnus dengan skripsi tentang kanker payudara itu, lantas tersenyum manis. Riana ingin mewujudkan cita-citanya sebagai dokter spesialis kandungan.

Sang ayah, Helmi, menyatakan bangga atas prestasi Riana. Menurut Helmi, Riana sejak kecil memang suka belajar. Dia sangat antusias setiap hendak berangkat ke sekolah. Itu terjadi sejak di bangku SD.

Bagi Riana, lanjut Helmi, berangkat sekolah ibarat pergi ke taman bermain. Saat diantar ayahnya ke sekolah dengan sepeda motor, Riana kecil selalu tidak sabar untuk segera turun dan berlari ke dalam sekolah. ”Dia menikmati betul setiap proses belajar,” tutur perwira polisi pendidik di Sekolah Perwira Polri Lido, Sukabumi, Jawa Barat, itu. ”Oh ya, Riana selalu datang lebih pagi daripada teman-temannya,” imbuhnya.

Riana mulai masuk SD pada usia 4 tahun. Menurut Helmi, dirinya dan istri tidak pernah memaksa anaknya bersekolah lebih awal. Namun, kecerdasan Riana sudah tampak dari usia tiga tahun. ”Dari usia segitu, dia sudah bisa membaca. Meski sudah malam, dia selalu minta diajari membaca,” tutur Helmi sambil memandang Riana. Helmi menambahkan, setelah lulus SD, Riana menyelesaikan SMP dan SMA Negeri 3 Sukabumi dengan program akselerasi.

Helmi juga membeberkan, Riana sejak kecil tidak suka bermain boneka. Menurut Helmi, boneka adalah sosok yang mengerikan. Sebab itu, saat anak seusianya sibuk bermain boneka, Riana justru lebih suka belajar membaca. ”Dia takut main boneka. Lihat boneka malah menjerit. Makannya, kerjanya belajar terus,” papar Helmi, lantas tertawa. (lr/jpnn/agm)

May 22, 2009 Posted by sxpriyan | Berita | | No Comments Yet