sxpriyan’s blog

Blog tentang apa saja

Empat Isu Hadang SBY

JAKARTA, KOMPAS – Ray Rangkuti dari Lingkar Madani untuk Indonesia di Jakarta, Rabu (10/6) memperkirakan, kandidat presiden Susilo Bambang Yudhoyono paling tidak akan dihadang oleh empat isu, jika dihadapkan dengan pemilih muda.

Keempat isu itu adalah; pertama, slogan “lanjutkan” tidak akan memberikan inspirasi akan adanya perubahan. Slogan ini tidak mendorong orang untuk berbuat lebih hebat. Apa yang akan dilakukan dalam lima tahun ke depan, tidak perlu lagi ada peubahan. Karena, semuanya sudah dilakukan sekarang. Jadi, tinggal melanjutkan saja apa yang sudah dilakukan.

“Slogan lanjutkan itu mengesankan stagnan dan orang yang sudah puas dengan kondisi saat ini. Tidak ada lagi perubahan, apa lagi sesuatu yang melompat. Padahal, bagi kalangan muda, perubahan itu merupakan ses uatu yang ditunggu,” ujarnya.

Kedua, isu ekonomi neoliberal. Usaha untuk membantah bukan pendukung neoliberal ini sulit dipercaya, ketika masyarakat menghadapi pengesahan UU Badan Hukum Milik Negara ataupun Badan Hukum Pendidikan.

“Yang jadi soal dalam masalah ini bukan soal paham atau tidaknya orang terhadap neoliberal, namun SBY-Boediono akan dilekatkan sebagai kelompok yang proneoliberal,” ujarnya.

Ketiga, SBY tampaknya saat ini lebih banyak disibukkan dengan usaha membantah dan menolak, namun belum menawarkan sesuatu.

Keempat, gaya bicara yang monoton dan penuh formalistik, tidak akan menarik bagi kalangan muda.

“Gaya tersebut lebih cocok untuk orang yang mapan dan berusia empat puluh tahun keatas . Tidak heran kalau kemudian muncul kesan lambat dalam mengambil keputusan,” ujarnya.

MAM

June 10, 2009 Posted by sxpriyan | Berita | | No Comments Yet

Siti Hajar: “Sejak Hari Pertama, Saya Sudah Disiksa”

Rabu, 10 Juni 2009 | 22:54 WIB

disiksaTEMPO Interaktif, Jakarta: Kuala Lumpur (10/06), Senyum bahagia mengembang dari bibir Siti Hajar, setelah terlepas dari siksaan majikannya Michel, yang menyiksanya selama tiga tahun bekerja di Kuala Lumpur Malaysia . Kontributor Tempo Malaysia yang menemui Siti Hajar di kamar 6U lantai 6 Universiti Malaya Medical Centre (UMMC) melihat banyak perkembangan positif pada proses pengobatan Siti Hajar. Selain luka di muka yang telah berangsur sembuh, kini tinggal dua perban lagi yang masih menempel dianggota badannya, dibagian leher dan pahanya.

Berikut hasil wawancara Tempo dengan Siti Hajar:

Tempo: Bagaimana teh, Sudah agak baikan?

S. Hajar: Alhamdulillah, sudah mulai kering luka-lukanya

Tempo: Berapa lama teteh bekerja dengan Michel?

S. Hajar: Hampir tiga tahun Read more »

June 10, 2009 Posted by sxpriyan | Berita | | No Comments Yet

Jalani Visum di RSCM, Dokter Sebut Luka Manohara Serius

[ Rabu, 10 Juni 2009 ]

JAKARTA – Manohara Odelia Pinot akhirnya benar-benar menggugat suaminya, yang juga putra Kesultanan Kelantan, Tengku Muhammad Fakhry Petra. Kuasa hukumnya menyiapkan 11 pasal untuk menjerat Fakhry atas dugaan tindak penganiayaan dan penculikan.

Sekitar pukul 09.55 kemarin (9/6), Manohara datang ke Bareskrim Mabes Polri untuk melaporkan Fakhry secara resmi. Dengan menumpang mobil Toyota Alphard Vellfire hitam bernopol B 1 UUL, Manohara didampingi ibunya, Daisy Fajarina, dan empat kuasa hukumnya. Mereka adalah Hotman Paris Hutapea, Warsito Sanyoto, Luri Alex, dan Farhat Abbas.

Perempuan yang akrab dipanggil Mano itu tidak hanya melaporkan Fakhry. Dia juga melaporkan tujuh orang lain yang dianggap terlibat dugaan penculikan dan penganiayaan. Mereka adalah Kapten Zakaria Saleh, Ichsan, M. Soberi bin Shafi, Azahari Bin Hasyim (ketiganya ajudan Fakhry), Matera Binti AB Ghani (istri Azahari Bin Hasyim), Sultan Ismail Petra (sultan Kelantan), dan Tengku Anis (permaisuri Kesultanan Kelantan).

Hotman mengatakan, Zakaria Saleh terlibat karena dia adalah pilot yang mengambil Manohara secara paksa di Jeddah, Arab Saudi, pada 9 Maret lalu, seusai menunaikan umrah. Sedangkan Azahari dan Matera ikut memukul dan memegangi Manohara saat membawanya ke pesawat. Yang lain berperan dalam dugaan merampas hak kemerdekaan orang lain yang diatur pasal 333 KUHP.

Menurut Hotman, pihaknya mengajukan 11 pasal untuk menjerat Fakhry. Antara lain, pasal 25 KUHP (pemerkosaan), pasal 351 (penganiayaan), pasal 333 (penyekapan), dan undang-undang tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). ”Dia bisa dikenai 70 tahun penjara,” kata Hotman. Read more »

June 10, 2009 Posted by sxpriyan | Berita | | No Comments Yet

Uji Coba, Lewat Jembatan Suramadu Gratis

[ Rabu, 10 Juni 2009 ]

SURABAYA – Hari ini pukul 10.00, Jembatan Suramadu diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Setelah diresmikan, jembatan sepanjang 5,4 kilometer itu bisa dilalui pengendara tanpa dipungut biaya alias gratis.

Namun, penggratisan itu hanya berlaku pada masa uji coba. “Uji coba bisa dilakukan satu atau dua minggu, bahkan hingga satu bulan,” kata Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto kepada wartawan kemarin (9/6).

Selama masa uji coba, tingkat kenyamanan pengguna jalan, tingkat kerataan permukaan jembatan, dan fungsi rambu-rambu lalu lintas dievaluasi.

Djoko memastikan, selama uji coba, pengguna Suramadu tidak dipungut tarif alias gratis. Meski demikian, untuk menjaga ketertiban, para penyeberang Suramadu tetap diberi karcis di pintu tol. Karcis itu diberikan secara gratis.

Sebelumnya, Djoko berjanji mengumumkan besaran tarif tol Suramadu kemarin. Tapi, kemarin diputuskan untuk menunda pengumuman tersebut karena belum dilakukan uji coba kelayakan jembatan yang difungsikan sebagai jalan tol. Kata Djoko, uji coba merupakan proses finalisasi, jika tarif yang dikenakan memenuhi kajian berbagai aspek.

Menurut Djoko, penetapan tarif sudah dibicarakan dengan jajaran terkait. Di antaranya Departemen Perhubungan dan Jasa Marga selaku operator tol Suramadu selama 18 bulan pertama. Namun, penundaan itu mempertimbangkan kelangsungan hidup penyeberangan feri dari Ujung menuju Kamal. “Kami masih mengkaji kemungkinan pemindahan trayek feri ke daerah lain,” tutur Djoko kemarin. Read more »

June 10, 2009 Posted by sxpriyan | Berita | | No Comments Yet

Prita Mulyasari setelah Seminggu Berkumpul Keluarga Tak Percaya Mitos, Tak Mau Bakar Baju Lapas

Rabu, 10 Juni 2009 ]

Sepekan terakhir rumah Prita Mulyasari semarak lagi. Dia kembali bisa menemani anak-anaknya bermain. Bagaimana suasana hubungan ibu-anak tersebut setelah tiga pekan terpisah?

AGUNG PUTU ISKANDAR, Jakarta

SIANG itu, sebuah mobil Honda Jazz biru muda diparkir di sebuah rumah tipe 36, Jalan Kucica III, Bintaro Sektor IX, Tangerang. Rumah bercat putih tersebut terasa minimalis dengan pagar yang tak terlalu tinggi. Hanya ada dua kamar di rumah itu. Ruang tamu pun merangkap sebagai ruang keluarga dengan televisi 21 inci di salah satu dindingnya.

”Ini saja masih ngontrak, Mas,” kata Prita Mulyasari saat ditemui Jawa Pos di rumahnya. Keluarga tersebut full team siang itu. Mereka adalah Andri Nugroho, sang suami, dan dua anaknya, Khairan Ananta Nugroho yang berusia 3 tahun dan Rana Ria Puandita Nugroho, 15 bulan.

Kembali berada di rumah setelah tiga minggu mendekam di Lapas Wanita Tangerang membuat Prita benar-benar tak ingin lagi berpisah dari dua anaknya. Apalagi, selama tiga pekan itu, perkembangan Ananta dan Rana cukup pesat. Saat pertama bertemu Prita, dua anaknya itu bahkan nyaris tak mengenali wanita bermata mungil tersebut.

Ketika itu, Prita baru saja keluar dari lapas. Dia dijemput beberapa kerabatnya. Mereka yang kebanyakan wanita itu sama-sama mengenakan jilbab. Rabu lalu (3/6), Ananta dan Rana diberi tahu bahwa ibu mereka akan pulang dari rumah sakit. Dua buah hati pasangan yang menikah pada 2005 itu sebelumnya memang ”dibohongi” bahwa ibu mereka tak pernah pulang lantaran harus menginap di rumah sakit. Read more »

June 10, 2009 Posted by sxpriyan | Berita | | No Comments Yet