sxpriyan’s blog

Blog tentang apa saja

Cerita Prof Ir Djati Nursuhud MSME Terserang Beragam Penyakit

57561largeProf Ir Djati Nursuhud MSME beberapa kali mengalami sakit parah. Mulai gangguan liver, ginjal, jantung koroner, hingga stroke. Semuanya nyaris merenggut nyawa pria berusia 70 tahun itu. Kalau dia masih segar bugar saat ini, itu disebabkan dia merasa Tuhan sangat sayang kepadanya hingga memberi bonus umur panjang.

Djati menyebut, serangan penyakit yang terakhir didera adalah stroke pada 1993. Penyumbatan pembuluh darah otak membuat mantan dekan Fakultas Teknik Mesin ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) Surabaya itu lumpuh setengah badan pada bagian kanan.

“Alhamdulillah, sekarang semuanya sudah tidak ada masalah. Sudah 15 tahun saya tidak mengalami penyakit yang parah dan penyakit sebelumnya tidak kambuh lagi,” katanya saat ditemui di rumahnya, Kompleks Perumahan ITS, Kali Kepiting, akhir pekan lalu.

Ayah tiga putri tersebut mengatakan, sejak mengalami masalah dengan kesehatan dia melakukan beberapa tindakan untuk menjaga kondisi. Pertama, menjaga pola makan. Dia tidak lagi mengonsumsi daging dari hewan berkaki dua dan empat. “Tapi, saya tidak vegetarian. Sebab, saya masih makan sea food,” tuturnya.

Dia juga selalu berusaha menjaga porsi makanan. Jangan sampai berlebihan, begitu prinsipnya. Dia mengaku pernah mempunyai masalah dengan makanan yang dikonsumsi secara berlebihan. Suatu pagi, Djati ingin nasi pecel yang merupakan salah satu makanan favoritnya. “Setelah makan, jantung saya terasa sakit. Ternyata, bumbu kacangnya terlalu kebanyakan. Karena itu, saya harus hati-hati saat makan,” ujar Djati yang saat ini masih tetap mengajar di ITS sebagai dosen tidak tetap.

Tindakan kedua adalah berolahraga. Dia mengaku sejak menjadi dosen Fakultas Teknik Mesin ITS, waktunya banyak tercurah untuk bekerja. Ini membuatnya tidak sempat melakukan aktivitas mencari keringat. “Sekarang beda. Setiap pagi, saya pasti selalu saya sempatkan jalan kaki keliling kompleks,” katanya.

Yang terakhir, sekaligus yang utama menurut Djati, kiat kembali sehat itu adalah berdoa kepada Tuhan. Dia menyebut tanpa karunia-Nya, pasti tidak bakal hidup dan terus berkarya hingga saat ini. “Manusia hanya bisa berusaha, Tuhan yang menentukan,” tuturnya.

Dia mengatakan tak pernah absen salat Tahajud sejak pulang dari Amerika Serikat (AS) untuk menempuh studi S2 di University of Wisconsin-Madison pada 1983. Satu jam sebelum azan Subuh berkumandang, Djati pasti sudah melakukan salat malam lebih dulu. “Sambil menunggu Subuh, saya berzikir mengingat Allah. Mungkin ini yang membuat Allah memberi bonus,” ucapnya.

Saat sakit, dia mengaku mempunyai beberapa pengalaman yang membuatnya makin besar keyakinannya kepada Sang Pencipta. Salah satunya, ketika dia mengalami stroke. Ketika menjalani opname di rumah sakit, Djati melihat langit-langit di kamar rawat inapnya yang jebol. “Tiba-tiba ada sebuah cahaya yang datang dan menembus badan,” kenangnya yang menambahkan kejadian itu terjadi pada malam hari bertepatan dengan ulang tahunnya ke-55.

Cahaya itu, kata dia, seperti menjerat tubuh. Sakit rasanya. Tapi, Djati hanya bisa pasrah. “Dalam posisi tertidur itu, saya hanya menyebut nama Allah berulang-ulang,” tutur kakek dua cucu tersebut.

Melihat hal itu, istri Djati, lalu membangunkannya. Menganggap itu mimpi semata, sesuai tradisi, istrinya lantas membalik bantal. “Tapi, saya yakin sekali bukan mimpi. Soalnya, begitu bangun sakitnya masih terasa. Seperti dioperasi,” ujarnya.

Pada 1992, dia pernah mengalami mati suri selama beberapa menit setelah serangan jantung koroner. Berada di UGD Poli Jantung RSU dr Soetomo, Djati kehilangan kesadaran. Dalam pikirannya saat itu, dia merasa sedang berjalan menuju sebuah titik. Suasananya sejuk karena hujan salju. “Saya merasa nyaman sekali,” paparnya.

Saat enak-enak berjalan, katanya, tiba-tiba ada sebuah tiang pilar besar ala zaman Romawi menutup jalannya, lalu terdengar suara menggelar. Djati langsung terbangun. Di depannya, sudah ada empat dokter. “Saya ditanyai dokter tentang anak, umur, sampai nama anak. Saya bisa menjawab. Dokter bilang ini kejadian langka. Apalagi, denyut nadi saya sempat hilang. Dokter sampai menggunakan alat kejut jantung. Di antara seribu insiden serangan jantung seperti saya ini, hanya satu yang selamat,” ujarnya penuh syukur. (dio/ayi)

Tentang Prof Ir Djati Nursuhud MSME

Lahir : Jombang, 18 Oktober 1938

Pensiun Dosen Tetap ITS pada 1 November 2008

Istri : Siti Amina (60 tahun)

Anak :

1. Minuita (35)

2.Midi Novianti (34)

3.Trevi Yanviera (32)

Riwayat Pendidikan:

1959-1967 S1 Teknik Mesin ITS

1981-1983 S2 University of Wisconsin-Madison, AS

1993 Guru Besar ITS

Riwayat Profesi:

Dosen Tetap ITS (1967-2008)

PD II Fakultas Teknik Mesin ITS (1970-1974)

PD I Fakultas Teknik Mesin ITS (1974-1976)

Dekan Fakultas Teknik Mesin ITS (1976-1980)

-Ketua Lembaga Penelitian ITS (1993-1999)

Tentang Djati

Pernah terserang beberapa penyakit mulai liver, ginjal, jantung koroner, hingga stroke. Untuk menjaga kondisi, Djati menjaga makanan, olahraga, dan tidak lupa berdoa kepada Tuhan.

Sang istri menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam melewati masa-masa cobaan.

Merasa dalam menjalani hidup ini dinaungi faktor keberuntungan. Tidak hanya melewati kritis, tapi juga saat meniti dalam meniti karir.

Obsesi di sisa umur membuat listrik murah di daerah-daerah kawasan Indonesia Timur. Ini diharapkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah itu.

About these ads

March 17, 2009 - Posted by | Berita

2 Comments »

  1. Pak Djati adalah dosen pembibingku waktu tahun 1981. Aku lulus juga disaat Pak Djati selesei menjabat Dekan Fakultas Teknik Mesin ITS. Saya hanya bisa berdo’a semoga Pak Djati diberikan kemudahan dan kesehatan dalam mencapai obsesinya Amin.

    Comment by sxpriyan | March 17, 2009

  2. Saya juga yakin bhw keyakinan Om Wawid yg begitu besar pd Allah lah yg membuat Om Wawid selalu sukses. Utk itu saya ikut doain Om Wawid & keluarga selalu dlm lindungan Allah swt.
    Amin.

    Comment by Ricky Oktadora | March 24, 2009


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: